Pertama Kali Dirayakan, Bumdesa Bina Usaha Mandiri Sudah Berusia 6 Tahun

Pemdes Dencarik 05 Januari 2021 09:22:14 WITA

Acara potong tumpeng pada peringatan HUT ke-6 Bumdesa Bina Usaha Mandiri. Perayaan ini dilakukan secara sederhana dimana hanya dihadiri perwakilan Pemerintah Desa, BPD dan Badan Pengawas. Perayaan HUT ini pertama kali dilakukan setelah enam tahun berdiri.

 

Gatra Dencarik. Untuk pertama kalinya, setelah enam tahun berdiri, badan usaha milik masyarakat Dencarik, Bumdesa Bina Usaha Mandiri merayakan hari jadinya yang ke-6 pada hari Senin, 4 Januari 2021 kemarin.

Kondisi pandemic menjadi pertimbangan perayaan pertama ini dilakukan sangat sederhana. Perayaan yang dilaksanakan di Gedung Bumdesa diisi dengan acara potong tumpeng dimana selain pengelola dan staf bumdesa serta perwakilan tim verifikasi, hanya dihadiri perwakilan beberapa lembaga desa saja. Perbekel, sekretaris desa, dan kaur keuangan yang mewakili Pemerintah Desa Dencarik.

Sedangkan dari BPD diwakili oleh sekretaris, Made Sugiartana, SPd dan Gede Pastima, SPd mewakili badan pengawas.

Pada awal sambutannya, ketua Bumdesa Bina Usaha Mandiri menceritakan bagaimana awal berdirinya Bumdesa ini yang merupakan program gerbang sadu mandiri. Sesuai peraturan desa nomor 5 tahun 2015, Bumdesa Dencarik didirikan 4 Januari 2015, namun mulai efektif beroperasi Oktober 2016, dimana diawali hanya dengan unit usaha simpan pinjam.

Pasang surut dialami bumdesa yang mempunyai logo berupa celengan ini. Sejak pemerintahan Perbekel Putu Budiasa, Bumdesa disupport penuh untuk melakukan ekspansi, melakukan diversifikasi usaha, menambah beberapa unit usaha seperti pengelolaan air minum desa, perdagangan dan terakhir pengelolaan sampah desa. Bahkan sebelum pandemi Covid19 melanda tepatnya tahun 2019 berhasil mencatatkan laba bersih 80 juta.

Pada kesempatan ini, Gede Pastima selaku anggota badan pengawas sangat mengapresiasi kerja keras pelaksana operasional bersama staf Bumdesa Bina Usaha Mandiri yang tetap survive walaupun dalam kondisi resesi. Ditambahkan oleh beliau, "Dalam kondisi seperti ini tetap bertahan saja sudah syukur. Diluaran banyak usaha yang telah tumbang. Tapi bumdesa tahun ini tetap bisa mempertahankan peformanya dalam kondisi yang sangat sulit seperti sekarang".

Sementara Perbekel Dencarik Putu Budiasa dan Made Sugiartana selaku perwakilan BPD Dencarik berharap agar terus merangkul masyarakat terutama para pengusaha kecil yang ada di Dencarik. Ditekankan lagi, agar bumdesa bisa terus meningkat pelayanan kepada masyarakat.

Setelah acara sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan acara potong tumpeng sebagai simbolisasi rasa syukur karena Bumdesa Bina Usaha Mandiri bisa terus berkarya walaupun mengalami perjuangan yang cukup berat di awal berdirinya.

Koordinasi dan diskusi berlanjut setelah acara potong tumpeng selesai. Diskusi antara ketua, sekretaris bumdesa, pengawas, sekretaris desa dan kaur keuangan membahas masalah dan tantangan yang dihadapi bumdesa untuk mencari solusi secara bersama dari setiap kendala dan tantangan yang dihadapi. Ketua Bumdesa didampingi sekretarisnya, Yudi Karsana SPd menceritakan kendala yang menjadi tantangan perkembangan Bumdesa. Termasuk sharing ilmu tentang tata kelola akuntansi Bumdesa yang didapatkan selama pelatihan dua bulan yang diikuti oleh pengelola Bumdesa Bina Usaha Mandiri.

Pada kesempatan ini, kaur keuangan yang sekaligus menjadi duta integritas Desa Dencarik, Made Ngurah Suparta menekankan agar Bumdesa Bina Usaha Mandiri mengarahkan pelayanan dan tata kelola keuangan ke digitalisasi supaya tata keuangan Bumdesa akuntabel dan transparan. Selain itu, bisa mempermudah kerja pengelola Bumdesa. Proses digitalisasi juga didukung oleh sekretaris desa, Made Lanang Pastima SPd dan badan pengawas.

Mendapatkan masukan tersebut, Putu Astika sangat menyambut baik masukkan ini. Proses digitalisasi sudah menjadi agenda tahun ini. Secara bertahap, proses digitalisasi akan dilakukan seluruh pelayanan Bumdesa. Diterangkan bahwa tahun ini, untuk pertama akan dilakukan di pelayanan air bersih desa.  Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan PAM Desa. Bahkan kedepannya para pelanggan PAM Desa yang juga memiliki tabungan di Bumdesa bisa melakukan pembayaran secara online melalui autodebet tabungannya. Melalui aplikasi, para nasabah yang menabung bisa mendapatkan informasi saldo tabungannya secara realtime, artinya saat melakukan transaksi nasabah langsung mendapatkan notifikasi jumlah saldonya melalui aplikasi yang berjalan secara online.

Diskusi ini berlangsung cukup lama, membahas banyak hal yang menyangkut perkembangan bumdesa kedepannya. Sebagai akhir diskusi, duta integritas Desa Dencarik, Made Ngurah Suparta berharap agar pengelola beserta seluruh jajaran di Bumdesa melakukan operasional secara bertanggungjawab, menekankan kerjasama sedari perencanaan, membuat target dan proyeksi usaha tahun selanjutnya.

Selain itu, seluruh kegiatan di Bumdesa agar direncanakan lebih awal layaknya Pemerintah Desa yang melakukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) sebelum melakukan kegiatan tahun selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dana serta memaksimalkan keuntungan karena adanya efektivitas serta efisiensi. (ngr/adm)

Komentar atas Pertama Kali Dirayakan, Bumdesa Bina Usaha Mandiri Sudah Berusia 6 Tahun

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

KUNJUNGAN

Flag Counter

Website BUMDesa

Bina Usaha Mandiri

LAYANAN PENGADUAN

Website Pemkab Buleleng

Kabupaten Buleleng

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

CUACA HARI INI

Lokasi Dencarik

tampilkan dalam peta lebih besar