DM Mengancam Warga Dencarik, Puskesmas Gelar Penyuluhan

Pemdes Dencarik 29 Mei 2019 14:59:41 WITA

Foto: Puskesmas Banjar I.

 

Gatra Dencarik. Meningkatnya angka penderita penyakit  Hipertensi dan Diabetes Melitus (DM) di Indonesia menjadi penyakit yang patut mendapat perhatian lebih. Bertempat di Kantor Perbekel Desa Dencarik (29/5), Tim dari Puskesmas Banjar I telah melaksanakan Penyuluhan Hipertensi, Diabetes Melitus serta Posbindu yang dihadiri Sekretaris Desa Dencarik bersama Perangkat Desa Dencarik dan Masyarakat.

Dalam sambutannya Sekretaris Desa Dencarik, Made Lanang Pastima, S.Pd mengharapkan dengan adanya penyuluhan Hipertensi dan Diabetes Militus ini masyarakat Desa Dencarik menjadi tahu penyebab, cara mencegah dan akibat yang bisa ditimbulkan dari penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus ini.

Dalam penyuluhan ini Tim dari Puskesmas Banjar I juga memperkenalkan program yang telah berjalan dua tahun terakhir ini yaitu posbindu kepada masyarkat Desa Dencarik. Posbindu ini adalah singkatan dari Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) penyakit yang paling diprioritaskan adalah diabetes mellitus (DM), kanker dan penyakit jantung.

Faktor resiko perilaku penyebab terjadinya PTM yang harus diperbaiki yaitu penduduk kurang aktivitas fisik, penduduk kurang konsumsi buah dan sayur, merokok dan minum-minuman berakohol.

Perbedaan posbindu dengan posyandu lansia yaitu batasan usia posyandu lansia dari usia lima puluh tahun sedangkan posbindu batasan usia dari lima belas tahun sampai dengan lima puluh sembilan tahun.

Dalam pemaparan materinya, dijelaskan bahwa diabetes melitus merupakan kondisi tubuh dimana tubuh gagal atau tidak bisa mengatur kadar gula di dalam darah. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tidak terkendali. Pada penderita diabetes bisa mengalami komplikasi terhadap organ lain seperti jantung dan ginjal. Akibat komplikasi ini, penderita beresiko terkena hipertensi, ataupun serangan jantung, gangguan ginjal, jika lebih parah bisa mengakibatkan gagal ginjal. Selain itu, penderita DM ini beresiko terkena gangguan syaraf dan gangguang panca indera.

Olahraga, mengelola setres, mengatur pola makan dan istirahat yang cukup menjadi langkah awal untuk  mencegah hipertensi dan DM.  

Dengan peningkatan jumlah penderita DM yang sangat pesat, maka oleh WHO bersama IDF (Federasi Diabetes Internasional) ditetapkan setiap tanggal 14 November menjadi hari Diabetes sedunia. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari Diabetes sedunia karena merupakan tanggal penemuan insulin yang merupakan salah satu hormon yang membantu menjaga kestabilan kadar gula darah penderita DM. (Novi/opt)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

YoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Layanan Pengaduan

Kabupaten Buleleng

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Pengunjung Online

Cuaca Hari Ini

Lokasi Dencarik

tampilkan dalam peta lebih besar