Menu Jaje Laklak Kelor, Teh Kelor, Cendol Kelor Menanti Anda di Angkringan Moringa

Pemdes Dencarik 01 Juli 2019 15:00:31 WITA

Sajian utama Angkringan Moringa, Jaje Laklak Kelor. Angkringan Moringa beralamat di Jalan Melati, Alfamart Dencarik ke utara. Berada di kawasan taman organik menjadikan tempat recommended untuk berakhir pekan. Foto : Nusa Bali.com

 

 

Gatra Dencarik. Jaje Laklak, panganan Bali yang sedang tren khususnya di wilayah Buleleng. Panganan dengan sensasi lembut ini mendapatkan banyak penggemar. Di wilayah Buleleng banyak ditemui dagang jaje laklak dengan banyak inovasi, seperti di wilayah Pancasari panganan ini disajikan dengan sensasi rasa aneka buah-buahan. Beda lagi di wilayah Tanjung Alam, Desa Kaliasem, pedagang menamai laklaknya dengan laklak gadang karena warna utama berwarna hijau dimana pewarnanya didapatkan dari warna daun suji.

Pedagang Laklak gadang ini cukup menarik niat para wisatawan apalagi lokasi jualan berada di jalan Seririt-Singaraja, Kawasan Lovina yang notabenenya merupakan wilayah yang ramai akan kunjungan wisatawan domestic maupun manca negara.

Namun, masyarakat Buleleng tidak hanya disitu berinovasi dalam bidang kuliner. Adalah Ketut Darmada, pria berumur 42 tahun asal Banjar Dinas Bajangan, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, yang mencoba mengkreasikan salah satu kuliner Buleleng. Ketut Darmada yang kesehariannya bergelut dengan pertanian organic mengkreasikan kecintaannya pada bidang pertanian dengan seni kuliner. Dia memanfaatkan daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai campuran dalam pembuatan jaje laklak. Daun kelor oleh masyarakat Bali selama ini dimanfaatkan untuk dibuat sayur atau pengobatan berbagai macam penyakit diolah sebagai pewarna makanan menggantikan daun suji.

Ide untuk mengolah kelor itu baru saja tercetus beberapa bulan yang lalu. “Awalnya pembuatan laklak daun kelor ini hanya coba-coba saja. Karena saya pernah ikut seminar daun kelor itu manfaatnya banyak, setelah diolah enak juga rasanya,” ujar dia saat ditemui, Sabtu (29/6).

Darmada yang kerap mengikuti pelatihan dan seminar tentang kelor, kemudian mendirikan sebuah angkringan bernama Moringa, dengan menu andalan laklak kelor. Dia mengaku memilih daun kelor karena tanaman ini mudah didapat di Buleleng serta memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan. Tanaman kelor ini biasanya tumbuh tanpa ditanam dan dipelihara khusus

Angkringan Moringa berlokasi di Jalan Melati, Desa Dencarik, tepatnya di selatan BTN Taman Dencarik. Dengan pemandangan hijau taman organic milik Perbekel Dencarik yang berada di belakang dan depan angkringan menambah suasana sejuk pemandangan. Jadi angkringan ini cocok dijadikan tempat bersantai sambil menikmati sajian laklak daun kelor ditemani minuman teh dan cendol yang juga berbahan kelor. Selain sajian itu, angkringan Moringa juga menyediakan nasi plecing jukut undis, nasing goreng, tipat cantok, nasi jingo, dan beraneka jus sayur dan buah.

Bersama sang istri, Ketut Darmada siap melayani pengunjung yang gemar wisata kuliner. Dengan harga yang cukup terjangkau, hanya Rp 5.000 per porsi menjadikan sajian laklak kelor panganan sehat dan murah merakyat. Apalagi ditambah angkringan yang berlokasi di tengah  taman organic serta akses mudah ke lokasi menjadikan tempat ini recommended untuk menikmati akhir pekan ataupun sebagai tempat nongkrong. (ngr/adm)

 

 

Komentar atas Menu Jaje Laklak Kelor, Teh Kelor, Cendol Kelor Menanti Anda di Angkringan Moringa

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Akun Resmi Sosial Media Pemdes Dencarik

Layanan Pengaduan

Kabupaten Buleleng

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Pengunjung Online

Cuaca Hari Ini

Lokasi Dencarik

tampilkan dalam peta lebih besar